Pangkep — Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Retret dan Jambore Kepala Desa se-Sulawesi Selatan yang digelar di Rindam XIV Hasanuddin, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas, karakter, dan komitmen para pemimpin desa dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati MYL menyampaikan bahwa kepala desa merupakan garda terdepan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kompetensi aparat desa sangat penting agar tata kelola pemerintahan, pengelolaan anggaran, dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan transparan.
Ia juga menekankan bahwa retret dan jambore ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah pembinaan mental dan penyegaran semangat kerja. Para kepala desa diharapkan mampu menimba pengalaman baru, memperkuat jejaring antarwilayah, dan membawa pulang praktik-praktik terbaik untuk diterapkan di desa masing-masing.
Kegiatan yang dihadiri puluhan kepala desa dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan ini dihiasi dengan berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kapasitas kepemimpinan, pembinaan karakter, hingga manajemen pemerintahan desa. Materi diberikan langsung oleh pemateri berpengalaman dari berbagai bidang.
Tidak hanya itu, para peserta juga mengikuti sesi diskusi kelompok dan studi kasus yang membahas berbagai persoalan nyata di desa. Melalui kegiatan tersebut, para kepala desa dapat bertukar gagasan dan mencari solusi inovatif untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pemilihan proposal inovasi desa terbaik. Para kepala desa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan gagasan pembangunan yang kreatif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati MYL mengapresiasi ide-ide yang ditampilkan para kepala desa. Menurutnya, inovasi desa sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi, mengoptimalkan potensi lokal, dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah pelosok.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya setiap tahun. Dengan demikian, para kepala desa di Sulawesi Selatan memiliki ruang pembelajaran yang lebih luas untuk mengembangkan diri, sekaligus memperkuat sinergi antar wilayah dalam pembangunan desa.