KELASTER.COM, – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 melaksanakan kegiatan pendistribusian Namelo Patch Anti Nyamuk kepada para pengungsi di Desa Sukajadi, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 25 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendistribusian logistik sekaligus edukasi kesehatan terkait pencegahan penyakit akibat nyamuk, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berisiko meningkat di lingkungan pengungsian. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) atau 140 jiwa menjadi penerima manfaat, terutama para penyintas yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Pembagian Namelo Patch Anti Nyamuk ini turut dilakukan secara langsung oleh Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Universitas Hasanuddin, Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., bersama mahasiswa peserta KKN. Kehadiran pimpinan Unhas tersebut menjadi bentuk dukungan institusi terhadap inovasi mahasiswa sekaligus pengabdian kepada masyarakat terdampak bencana.
Namelo Patch merupakan inovasi antinyamuk alami berbentuk patch hasil pengembangan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin. Produk ini mengandalkan kombinasi ekstrak serai wangi (Cymbopogon nardus) dan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang dikenal memiliki sifat pengusir nyamuk alami.
Kandungan citronellol dan geraniol dari serai wangi serta linalool dan limonene dari kulit jeruk nipis terbukti efektif menghalau nyamuk tanpa menimbulkan iritasi kulit, sehingga lebih aman digunakan dibandingkan bahan kimia sintetis seperti DEET. Patch ini bekerja efektif hingga enam jam.
Cara penggunaan Namelo Patch terbilang mudah, yakni cukup ditempelkan pada pakaian, benda, atau area sekitar tanpa kontak langsung dengan kulit. Produk ini dikemas dalam ziplock berisi delapan patch, praktis dibawa, memiliki daya simpan yang baik, serta cocok digunakan baik di dalam maupun luar ruangan, khususnya di kondisi darurat pengungsian.
Inovasi Namelo juga telah menorehkan prestasi nasional. Pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, Namelo berhasil meraih Medali Emas Kategori Presentasi Kelas PKM-K 1 serta Medali Perak Kategori Poster Kelas PKM-K 1. Capaian ini menjadi bukti kualitas inovasi sekaligus daya saing karya mahasiswa Unhas di tingkat nasional.
Kasubdit Pengembangan Prestasi dan Talenta Mahasiswa Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM., selaku subdirektorat yang mengelola Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), menyampaikan apresiasinya atas capaian dan implementasi inovasi tersebut. Menurutnya, PKM tidak hanya berorientasi pada prestasi kompetisi, tetapi juga pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat.
“PKM mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang solutif dan aplikatif. Namelo Patch menjadi contoh bahwa inovasi yang lahir dari PKM tidak berhenti di ajang PIMNAS, tetapi dapat diimplementasikan langsung dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap bencana,” ujarnya.
Namelo dikembangkan oleh Tim PKM-K yang diketuai oleh Humairah Afifah dari Program Studi Farmasi, dengan anggota Maysli Yuslia Marsel (Farmasi), Andi Faiza Azwa Rezky Mahir (Ilmu dan Teknologi Pangan), Fikri Ardiansyah (Akuntansi), serta Layli Hidayati Purnami BP (Farmasi). Tim ini didampingi oleh Wakil Dekan II Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Dr. Herlina Rante, M.Si., Apt.
Selain pembagian Namelo Patch, mahasiswa Unhas juga memberikan edukasi singkat mengenai pencegahan penyakit berbasis vektor nyamuk, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta upaya perlindungan diri bagi para pengungsi di area tenda.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya dalam mendukung inovasi mahasiswa yang berprestasi di tingkat nasional sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam konteks pengabdian dan tanggap bencana.