.KELASTER.CKM, Kepala BNNP Sulsel, Kombes Pol. Ardiansyah, S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa secara geografis Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dengan tiga kota dan 21 kabupaten, serta didukung bandara dan pelabuhan laut yang membuka akses keluar masuk orang dan barang. Kondisi tersebut, selain berdampak positif bagi perekonomian, juga rawan dimanfaatkan jaringan kejahatan narkotika, khususnya melalui jalur laut dan pelabuhan tidak resmi.
Berdasarkan Indonesia Drugs Report 2025 yang dirilis BNN RI, Sulawesi Selatan menempati peringkat kelima nasional dengan jumlah tersangka kasus narkotika terbanyak, yakni 3.641 orang.
Capaian Bidang Pemberantasan
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BNNP Sulsel bersama jajaran BNN kabupaten/kota berhasil mengungkap:
55 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dan 70 berkas perkara;
38 berkas perkara telah dinyatakan P21, sementara 37 berkas masih dalam proses penyidikan;
Total 70 tersangka, terdiri dari 58 pria dan 12 wanita.
Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa:
3.147,2 gram sabu;
17.509,33 gram ganja;
38 butir ekstasi;
222,45 gram tembakau sintetis.
Selain itu, Tim Asesmen Terpadu (TAT) telah melakukan asesmen terhadap 1.595 tersangka, dengan rekomendasi rehabilitasi di lembaga rehabilitasi sebanyak 1.356 orang, rehabilitasi di lapas/rutan 231 orang, serta 9 orang menjalani proses hukum tanpa rehabilitasi.
Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat
Dalam upaya pencegahan, BNNP Sulsel telah mencanangkan Desa/Kelurahan Bersinar di lima wilayah, yakni Makassar, Maros, Bone, Palopo, dan Tana Toraja.
Sepanjang 2025, BNNP Sulsel juga melaksanakan 579 kegiatan sosialisasi yang menjangkau 107.118 orang, melalui tatap muka, media luar ruang, talkshow, kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), insert konten, radio lokal, hingga media televisi.
Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, telah terbentuk 7.478 penggiat anti narkoba dari berbagai lingkungan. Upaya deteksi dini melalui tes urine dilakukan terhadap 6.221 orang, dengan hasil positif pada 58 orang.
Program pemberdayaan alternatif juga dilaksanakan di kawasan rawan narkoba, antara lain di Kelurahan Lembo, Kota Makassar, melalui pelatihan servis handphone, serta di Kelurahan Salotellue, Kota Palopo, melalui pelatihan pembuatan teri kriuk.
Bidang Rehabilitasi
Di bidang rehabilitasi, BNNP Sulsel mencatat 1.720 klien telah mendapatkan layanan rehabilitasi, baik rawat jalan, rawat inap, rujukan, maupun asesmen medis. Selain itu, layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) telah diberikan kepada 2.756 orang.
BNNP Sulsel juga membentuk 5 Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) serta melatih 25 Agen Pemulihan, guna memperluas akses layanan rehabilitasi tingkat dasar.
Atas capaian tersebut, BNNP Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat Sulawesi Selatan atas dukungan dan partisipasi aktif dalam program P4GN.
“Sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. Bersama-sama kita wujudkan Sulawesi Selatan Bersinar dan Indonesia Bersih Narkoba,” tegas Ardiansyah.