Kelaster.com Palu, 19 Desember 2025 — Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D., hadir sebagai narasumber dalam Webinar Kesehatan bertema “Tantangan Kesehatan pada Wilayah Pesisir” yang diselenggarakan secara daring (online) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (FKM UNTAD).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKM Universitas Tadulako, Prof. Dr. Rosmala Nur, S.K.M., M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas akademik dan kebijakan kesehatan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir dan kepulauan.
Dalam paparannya, Prof. Sukri Palutturi menegaskan bahwa wilayah pesisir memiliki posisi strategis bagi Indonesia, namun menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks dan multidimensional. “Sekitar 50–70 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir atau sangat dekat dengan pesisir, sehingga masalah kesehatan di kawasan ini akan sangat menentukan kualitas pembangunan nasional,” jelasnya
Beliau menjelaskan bahwa permasalahan kesehatan di wilayah pesisir tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sosial, ekonomi, dan perubahan iklim. “Masalah kesehatan di wilayah pesisir bersifat multidimensional, mulai dari sanitasi dan air bersih, gizi dan stunting, penyakit tidak menular, hingga kesehatan jiwa dan dampak bencana pesisir,” ungkap Prof. Sukri
Lebih lanjut, Prof. Sukri menyoroti kelompok rentan di wilayah pesisir, termasuk balita, ibu hamil, nelayan kecil, pekerja informal, perempuan pesisir, masyarakat pulau kecil, serta lansia pesisir. “Kelompok-kelompok ini menghadapi beban kesehatan ganda, sementara akses layanan kesehatan masih sangat terbatas akibat hambatan geografis dan keterbatasan sumber daya,” tambahnya
Prof. Sukri Palutturi menekankan perlunya pendekatan kesehatan masyarakat yang terintegrasi melalui penguatan layanan primer, perbaikan air bersih dan sanitasi, pengendalian penyakit berbasis iklim, layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas, serta adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. “Wilayah pesisir yang sehat adalah fondasi ketahanan pangan, ekonomi, dan masa depan Indonesia,” tegasnya dalam penutup paparan
Webinar ini diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika FKM UNTAD serta peserta dari berbagai daerah dan diharapkan dapat memperkuat pemahaman akademik sekaligus mendorong kebijakan dan praktik kesehatan masyarakat yang lebih responsif terhadap tantangan wilayah pesisir.