Home Berita KKN Tematik UNHAS Dorong Pemberdayaan Desa melalui Pelatihan Pembuatan Silase Jerami di Desa Biangkeke

KKN Tematik UNHAS Dorong Pemberdayaan Desa melalui Pelatihan Pembuatan Silase Jerami di Desa Biangkeke

by Administrator

KELASTER.COM, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Permberdayaan desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Silase Jerami sebagai Pakan Ternak Berkualitas di Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang bernilai guna dan bernilai ekonomis.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah jerami padi di Desa Biangkeke yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar jerami hanya dibiarkan menumpuk atau dibakar setelah panen. Padahal, melalui teknologi fermentasi yang sederhana, jerami dapat diolah menjadi silase yang memiliki kandungan nutrisi lebih baik, daya simpan lebih lama, serta mampu menjadi alternatif pakan ternak pada musim kemarau ketika hijauan sulit diperoleh.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai konsep silase, manfaatnya bagi ternak, serta peluang pemanfaatannya untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Peserta juga diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan silase, yaitu jerami padi, dedak, molases, EM4, dan air. Selain itu, dijelaskan pula fungsi masing-masing bahan dalam mendukung proses fermentasi sehingga menghasilkan silase yang berkualitas.

Tidak hanya memperoleh materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan silase. Proses dimulai dari pencacahan jerami, pencampuran seluruh bahan, pemadatan ke dalam wadah penyimpanan, hingga penutupan secara rapat agar tercipta kondisi anaerob yang diperlukan selama proses fermentasi. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga teknologi tersebut dapat diterapkan secara mandiri dalam kegiatan peternakan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peternak aktif berdiskusi mengenai teknik fermentasi, lama penyimpanan, ciri-ciri silase yang baik, hingga cara pemberiannya kepada ternak. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi yang sederhana namun memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketersediaan pakan dan menekan biaya produksi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Biangkeke mampu mengoptimalkan potensi limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif yang berkualitas. Selain meningkatkan kemandirian pakan ternak, pemanfaatan jerami menjadi silase juga diharapkan dapat mengurangi limbah pertanian, meningkatkan produktivitas ternak, serta mendukung terciptanya sistem pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa KKN Tematik pemberdayaan desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa, inovasi sederhana dapat menjadi solusi atas permasalahan di lapangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi potensi lokal. Semangat, diharapkan terus menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara bijaksana demi mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Related Articles