SURABAYA, 5–6 Juni 2026 — Program Studi S1 Pariwisata Universitas Hasanuddin (UNHAS) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi S1 Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran laboratorium sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik dalam mendukung akselerasi capaian pembelajaran mahasiswa pariwisata.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran praktik baik dalam pengelolaan laboratorium pariwisata yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai motor utama pembelajaran berbasis kompetensi dan kebutuhan industri.
Dalam sesi diskusi, Kaprodi S1 Pariwisata UPN Jatim, Dr. Yudiana Indriastuti, menjelaskan bahwa pengembangan program studi di UPN Jatim sangat erat dengan potensi wisata daerah Jawa Timur yang menjadi basis pembelajaran mahasiswa.
“UPN Jatim ini dibentuk dengan memanfaatkan sumber daya wisata Jawa Timur, sehingga konsep ekowisata menjadi branding bagi prodi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Pariwisata UPN Jatim, Puguh Andhi Setiawan, S.Tr.Par., M.Tr.Par., menuturkan bahwa konsep laboratorium pariwisata (Tourlab) lahir dari hasil evaluasi akreditasi yang kemudian menjadi dorongan untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik.

“Awalnya kami sempat bingung terkait bentuk laboratorium di pariwisata. Namun, dari catatan hasil akreditasi, justru mendorong kami untuk membangun laboratorium yang lebih kontekstual di bidang pariwisata,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa laboratorium pariwisata tidak dapat disamakan dengan laboratorium pada bidang eksakta, melainkan harus bersifat adaptif, kolaboratif, dan berbasis aktivitas lapangan.
“Karena itu kami berinisiatif bahwa laboratorium tidak terbatas seperti di bidang eksakta,” tambahnya.
Dari pihak UNHAS, Aqilah Nurul Khaerani Latif, S.E., M.Par., yang mewakili Program Studi S1 Pariwisata UNHAS, menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pendidikan pariwisata di Indonesia.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi kunci utama keberlanjutan program studi pariwisata di Indonesia. Setiap institusi memiliki keunikan masing-masing, terlebih kami juga sedang mengembangkan laboratorium pariwisata sebagai bagian dari penguatan pembelajaran,” ungkapnya.
Melalui kegiatan benchmarking ini, UNHAS dan UPN Jatim diharapkan dapat saling memperkuat pengembangan pembelajaran berbasis laboratorium yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan mahasiswa di bidang pariwisata. (*/rilis/aql/ilo)
Laboratorium Jadi Kunci Pembelajaran Pariwisata, UNHAS Benchmarking ke UPN Jatim
1.6K