KELASTER.COM, MAROS – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program edukasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan dasar daun gamal di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Dusun Laniti, Labuaja.
Program tersebut diinisiasi sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mendorong petani untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar lingkungan mereka. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani yang hadir.
Penanggung jawab kegiatan, Muthia Ternipada, menjelaskan bahwa pemilihan daun gamal sebagai bahan baku kompos bukan tanpa alasan. Tanaman gamal mudah ditemukan di sekitar lahan pertanian warga dan memiliki kandungan nitrogen yang tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, proses pengolahannya relatif mudah dan dapat dilakukan secara mandiri oleh petani.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, petani dapat memproduksi pupuk kompos sendiri tanpa harus bergantung pada pupuk kimia. Hal ini dapat membantu menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Muthia. Ia menambahkan bahwa pupuk kompos daun gamal dapat digunakan setelah melalui proses fermentasi selama kurang lebih empat hingga enam minggu.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan kompos, mulai dari pencacahan daun gamal, pencampuran dengan bahan organik lainnya, hingga proses fermentasi. Para petani juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung proses pembuatan pupuk kompos tersebut.
Penyuluh Pertanian Desa Rompegading, Amrin, S.Tr.Pt., menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi desa dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan. Ia menilai selama ini potensi daun gamal yang melimpah di sekitar lahan warga belum dimanfaatkan secara optimal.
Apresiasi juga datang dari Dosen Pembimbing KKN 115 Universitas Hasanuddin, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
“Kami berharap pengetahuan yang dibagikan oleh mahasiswa dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi para petani,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan sektor pertanian di Desa Rompegading dapat berkembang menuju sistem pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.