KELASTER.COM, MAKASSAR — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang baik atau good governance hanya dapat terwujud melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Ramadhan Leadership Camp (RLC) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Asrama Haji Makassar, Sudiang, Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov Sulsel sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan, integritas, dan etika birokrasi selama bulan Ramadan.
Dalam paparannya, Rachmatika menekankan bahwa DPRD memiliki peran strategis sebagai mitra sejajar pemerintah daerah, khususnya dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Tentu saja DPRD dan eksekutif merupakan mitra yang sejajar, sehingga banyak hal yang perlu kita selaraskan bersama demi kemajuan Sulawesi Selatan,” ujar Rachmatika.
Ia juga mengapresiasi berbagai program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk capaian penurunan angka kemiskinan tertinggi enam tahun terakhir. Serta penyelenggaraan Ramadhan Leadership Program sebagai inovasi peningkatan kapasitas ASN.
“Kami mengapresiasi program-program pemerintah provinsi yang memang perlu diapresiasi. Salah satunya penurunan angka kemiskinan, kemudian kegiatan Ramadhan Leadership Camp ini, yang merupakan sesuatu yang baru dalam peningkatan kapasitas ASN,” katanya.
Rachmatika berharap, kolaborasi lintas sektor antara eksekutif, legislatif, dan Forkopimda dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Sulawesi Selatan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama lintas sektor ini, baik eksekutif, legislatif, maupun Forkopimda, dapat bersama-sama memajukan Sulawesi Selatan untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ramadhan Leadership Program tidak hanya berfokus pada penguatan spiritual, tetapi juga memuat materi substantif yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab ASN.
“Awalnya saya pikir ini kegiatan spiritual modelnya seperti pesantren, tetapi ternyata diisi berbagai materi yang sangat bermanfaat bagi ASN,” kata Rachmatika.
Ramadhan Leadership Program menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan di sesi pertama mengahdirkan unsur Forkopimda yang membahas good governance dari berbagai perspektif kelembagaan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Ali Syahdi, S.H., M.H., memaparkan peran penegak hukum dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berlandaskan kepastian hukum, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.
Materi tersebut menekankan pentingnya akuntabilitas penggunaan barang milik daerah, keterbukaan informasi publik, efektivitas dan efisiensi pemanfaatan aset, profesionalitas aparatur, serta partisipasi masyarakat sebagai bagian dari pengawasan publik.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Brigadir Jenderal Polisi Nasri, S.I.K., M.H., mengulas peran Polri dalam mendukung good governance di lingkungan pemerintah daerah, dengan fokus pada transparansi pengadaan barang dan jasa, akuntabilitas penggunaan APBD, serta penegakan supremasi hukum tanpa tebang pilih. Ia juga menyoroti sejumlah area rawan, antara lain pengelolaan dana desa, perizinan dan investasi, serta proses pengadaan barang dan jasa.
Dari perspektif pertahanan dan stabilitas wilayah, Panglima Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko, memaparkan kontribusi TNI dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan gantung di wilayah terpencil serta dukungan terhadap program penguatan desa sebagai pusat ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan stabilitas sosial.
Seluruh materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada ASN mengenai pentingnya integritas, kolaborasi lintas sektor, serta orientasi pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Melalui Ramadhan Leadership Camp, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap dapat melahirkan aparatur yang tidak hanya memiliki kapasitas teknokratis, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan mampu menerapkan prinsip good governance secara konsisten demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.(*)