KELASTER.COM, MAKASSAR – Upaya peningkatan pengetahuan remaja terkait pencegahan hipertensi terus digencarkan melalui kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan oleh Jejak SEHAT Winslow 2025 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Edukasi tersebut difokuskan pada pemberian pemahaman mengenai pencegahan hipertensi sejak usia remaja sebagai langkah awal menekan risiko penyakit tidak menular (PTM) di masa mendatang. Sebanyak 23 remaja mengikuti kegiatan ini dengan antusias dari awal hingga akhir rangkaian acara.

Peserta Edukasi
Materi yang disampaikan mencakup pengertian hipertensi, faktor risiko, dampak jangka panjang, serta pentingnya penerapan pola hidup sehat sejak dini. Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan tiga peserta mengajukan pertanyaan kritis. Mawaddah menanyakan pengaruh konsumsi obat tertentu dengan dosis tinggi terhadap hipertensi. Fadil mempertanyakan alasan hipertensi dapat menurun dalam keluarga meskipun termasuk penyakit tidak menular. Sementara Sultan menanyakan perbedaan antara tekanan darah sistolik dan diastolik. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh pemateri menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh remaja.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok dan diberikan sepuluh pertanyaan tertutup seputar materi hipertensi. Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan jawaban terbaik. Hasilnya, Kelompok 3 berhasil meraih Juara 1, disusul Kelompok 2 sebagai Juara 2, dan Kelompok 1 sebagai Juara 3. Metode ini dinilai efektif dalam memperkuat pemahaman peserta dengan cara yang menyenangkan.
Salah satu peserta, Mawaddah, mahasiswa semester 9 Program Studi PGMI UIN Alauddin Makassar, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Pengetahuan saya terkait hipertensi menjadi bertambah, terutama tentang konsumsi obat dengan dosis tinggi. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya lebih tahu bahwa hipertensi ternyata sangat berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan penyakit tidak menular,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan remaja di Kelurahan Banta-Bantaeng memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya pencegahan hipertensi sejak dini serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.