KELASTER.COM, JENEPONTO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Tematik Digitalisasi Desa melaksanakan Seminar Program Kerja pada Selasa, 14 Juli 2026, di Kantor Desa Samataring, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Samataring, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kerja KKN.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan dua program kerja utama, yaitu pembuatan video profil Desa Samataring dan video dokumenter yang mengangkat kerajinan khas desa, Kain Tope. Program ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi desa yang bertujuan mendokumentasikan sekaligus mempromosikan potensi lokal melalui media digital agar dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Video profil akan menampilkan berbagai potensi unggulan Desa Samataring, meliputi sumber daya alam, budaya, serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sementara itu, video dokumenter akan berfokus pada Kain Tope, salah satu kerajinan tradisional yang menjadi identitas budaya Desa Samataring. Melalui dokumenter tersebut, proses pembuatan Kain Tope, nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta peran para perajin akan dikemas secara menarik sehingga dapat menjadi media edukasi sekaligus pelestarian budaya lokal.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan konsep, tahapan produksi, serta manfaat yang diharapkan dari kedua video tersebut. Seminar berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan penyampaian masukan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan peserta yang hadir guna menyempurnakan pelaksanaan program.
Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap video profil Desa Samataring dan dokumenter Kain Tope dapat menjadi aset digital yang mendukung promosi desa, memperkuat identitas budaya lokal, serta memperluas jangkauan informasi mengenai potensi Desa Samataring. Selain itu, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital desa sekaligus melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.