KElASTER.COM, GOWA – Tim GREENSYNC Mahakarya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (BEM KMF TP-UH) menggelar Pelatihan Alat Monitoring Smart Greenhouse di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mahakarya (Mahasiswa Unhas Berkarya) yang bertujuan memperkenalkan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung produktivitas budidaya tanaman.
Pelatihan diikuti oleh warga Desa Tinggimae, Kepala Desa Tinggimae beserta perangkat desa, dosen pendamping kegiatan, serta Presiden BEM KMF TP-UH. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh anggota Tim Mahakarya, Sentanu Adji Wibowo.
Dalam pemaparannya, Sentanu menjelaskan prinsip kerja alat monitoring Smart Greenhouse yang menggunakan sistem kendali otomatis berbasis IoT. Peserta diperkenalkan dengan berbagai komponen utama perangkat, seperti ESP32, LCD, dan relay, beserta fungsi masing-masing dalam sistem monitoring.
Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai kondisi alat saat tidak beroperasi (off), tata letak pemasangan sensor DHT-22 di dalam greenhouse, serta cara kerja sensor dalam memantau suhu dan kelembapan secara real time agar kondisi lingkungan tanaman tetap optimal.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan praktik penggunaan alat. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami pengoperasian sistem monitoring sehingga mampu menggunakannya secara mandiri dalam mendukung kegiatan budidaya tanaman.
Melalui kegiatan ini, Tim GREENSYNC Mahakarya berharap masyarakat Desa Tinggimae dapat memanfaatkan teknologi Smart Greenhouse sebagai solusi pertanian modern yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Penerapan sistem monitoring berbasis IoT diharapkan mampu membantu petani dalam mengontrol kondisi lingkungan tanaman secara lebih akurat sehingga berdampak pada peningkatan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin kepada masyarakat melalui inovasi teknologi yang aplikatif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi.