FAKFAK TIMUR, PAPUA BARAT — Pelaksana Transmigrasi Patriot (TEP) 12 melaksanakan Sosialisasi Rencana Aksi Implementasi Program di SD Inpres Weri, Distrik Fakfak Timur, Provinsi Papua Barat, Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan rencana implementasi program sekaligus membangun keterlibatan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas Kepala Distrik, kepala dusun, kelompok guru, petugas Puskesmas, calon kader, serta masyarakat setempat.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan hasil asesmen lapangan mengenai kondisi layanan dasar masyarakat, khususnya pada aspek gizi, sanitasi, dan psikososial. Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan rencana aksi implementasi program di wilayah sasaran.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Lud Masrur Kamudi, S.IP., M.Si., dari Dinas Transmigrasi, serta Gani Samai, S.E., yang mewakili Dinas Pekerjaan Umum melalui Kepala Distrik. Materi yang disampaikan berkaitan dengan dukungan dan keterlibatan lintas sektor dalam pelaksanaan program di tingkat masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana aksi implementasi program, termasuk bentuk keterlibatan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program di wilayah Weri.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan, memberikan masukan, serta mendiskusikan berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program.
Antusiasme peserta juga terlihat dari komitmen untuk terlibat dalam tahapan implementasi program sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing.
Pelaksana TEP 12 diketuai oleh Dr. Andi Agus Mumang, SKM., dari Program Studi Magister Ilmu Biomedik, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik dan kesehatan, kader, serta masyarakat dalam mendukung peningkatan layanan dasar dan kualitas hidup masyarakat di wilayah sasaran. (*/rilis/ilo)