Tim Ekspedisi Patriot Unhas Perkenalkan Pengering Pala dan Alat Belajar Energi Surya di Fakfak Timur
FAKFAK, 17 September 2026 Tim VII Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin menggelar workshop Pojok Energi Surya Pala di Kantor Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan ini memperkenalkan dua prototipe kepada masyarakat Weri–Saharey: Mini Solar Dryer untuk pengeringan pala dan Solar Learning Kit untuk pembelajaran energi surya.
Sesi Mini Solar Dryer dipandu oleh Ir. Rudi, S.T., M.T., dosen Departemen Teknik Mesin Unhas, dan diikuti sekitar 20 peserta dari kelompok tani serta kelompok pala. Peserta menerima materi di dalam ruangan, kemudian melihat cara kerja alat dan berdiskusi dengan tim di luar ruangan.
Dalam diskusi, Imran Tunggin, anggota kelompok tani, bertanya tentang kapasitas alat untuk menangani kebutuhan hingga sekitar 10.000 buah pala. Pertanyaan itu menjadi masukan bagi tim karena alat yang diperagakan masih berupa prototipe berukuran kecil. Pada workshop ini pengering belum diuji menggunakan pala, sebab panen setempat diperkirakan berlangsung pada Oktober. Tim berencana mendampingi penggunaannya saat bahan pala sudah tersedia.
Sesi Solar Learning Kit dipandu oleh Ir. Muh. Izzul Islam AS, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Metalurgi dan Material Unhas. Sekitar 20 peserta dari fasilitas umum, termasuk puskesmas, kepolisian sektor, guru SD Weri, SD Saharey, dan SMP Fakfak Timur, serta masyarakat dan Kepala Distrik Fakfak Timur mengikuti materi dan peragaan alat.

Yokana Ardamis dari SD Weri mengangkat persoalan listrik untuk layanan internet Starlink di sekolahnya. Menurut penuturannya, layanan tersebut bergantung pada PLTS dan saat ini hanya dapat digunakan sekitar pukul 09.00–11.00. Pertanyaan Yokana mendorong diskusi tentang perlunya memeriksa kebutuhan daya, kapasitas baterai, dan komponen sistem agar pasokan listrik sesuai dengan jam penggunaan yang dibutuhkan sekolah.
Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, S.E., yang mengikuti kedua sesi menyambut baik kegiatan tersebut. “Menurut saya, kedua alat ini sangat bermanfaat. Saya juga melihat peluang untuk menerapkan hal seperti ini di Weri–Saharey,” ujarnya.
Ketua Tim VII Ekspedisi Patriot Unhas, Dianti Utamidewi, S.T., M.T., mengatakan bahwa pertanyaan peserta membantu tim menentukan langkah berikutnya. “Kami senang karena warga dan para guru tidak hanya melihat alat, tetapi juga bercerita tentang kebutuhan mereka. Pertanyaan Pak Imran soal kapasitas pengering dan pengalaman Ibu Yokana tentang listrik sekolah menjadi masukan penting bagi kami,” katanya. (*/rilis/ilo)