Home Berita Survei Mahasiswa Unhas Ungkap Potensi Perbaikan Pembangunan Desa Rompegading

Survei Mahasiswa Unhas Ungkap Potensi Perbaikan Pembangunan Desa Rompegading

by Administrator

KELASTER.COM, MAROS – Survei lapangan yang dilakukan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengungkap sejumlah potensi perbaikan pembangunan di Desa Rompegading, Kabupaten Maros. Survei ini bertujuan mengidentifikasi area pengembangan guna memperkuat status Desa Mandiri.

Survei tersebut dilakukan oleh Nirmala Sari, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan, melalui wawancara mendalam dengan warga di berbagai dusun. Kegiatan ini difokuskan untuk memverifikasi capaian Indeks Desa sekaligus menggali aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan desa.

Hasil survei menunjukkan adanya aspirasi kuat warga terhadap beberapa program prioritas, terutama kebutuhan akan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur. Selama ini, keterbatasan infrastruktur membuat masyarakat mengelola sampah secara mandiri, seperti membuang ke sungai atau membakarnya, yang dinilai kurang ramah lingkungan.

Seorang warga Dusun Bululohe mengungkapkan harapannya agar Desa Rompegading memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Ia menyebut masyarakat siap berpartisipasi jika tersedia program seperti bank sampah atau pengangkutan sampah rutin demi keberlanjutan lingkungan desa.

Dalam penelitiannya, Nirmala menerapkan metode triangulasi dengan membandingkan data resmi desa dan kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, pendekatan tersebut membantu memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai capaian pembangunan sekaligus aspek yang masih perlu ditingkatkan.

“Pendekatan ini tidak hanya melihat apa yang sudah tercapai, tetapi juga mengidentifikasi peluang perbaikan berdasarkan persepsi masyarakat,” jelas Nirmala.

Berdasarkan analisis, Indeks Desa Rompegading tahun 2025 tercatat sebesar 0,78 dan masih berada dalam kategori Desa Mandiri. Meski mengalami penurunan sebesar 0,03 poin dibandingkan tahun sebelumnya, data tersebut dinilai memberikan gambaran lebih detail mengenai sektor-sektor yang memerlukan perhatian khusus.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Nirmala menyusun sejumlah rekomendasi kebijakan yang bersifat aplikatif dan kolaboratif, salah satunya pembentukan Bank Sampah “Rompegading Bersih” yang diusulkan menjadi unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Rekomendasi ini lahir dari aspirasi masyarakat dan diharapkan dapat mendukung pemerintah desa dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran,” tutupnya.

Laporan lengkap hasil survei beserta rekomendasi kebijakan telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Rompegading sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.

Related Articles