Tim 12 Ekspedisi Patriot Bekali 25 Pelopor Serdatu untuk Pendampingan Masyarakat di Weri
FAKFAK TIMUR, PAPUA BARAT — Tim 12 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Workshop Pelopor Serdatu (Sehat, Cerdas, Tangguh) di SD Inpres Weri, Distrik Fakfak Timur, Provinsi Papua Barat, Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini menjadi tahap awal pembekalan calon kader yang akan terlibat dalam pendampingan masyarakat selama 40 hari.
Workshop diikuti 25 peserta yang terdiri atas 15 calon kader kesehatan, 5 kader pendidikan, dan 5 kader psikososial. Pembekalan melibatkan narasumber dari Dinas Kesehatan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial.
Kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, dan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Materi kemudian diberikan secara bertahap sesuai dengan bidang pendampingan. Dinas Kesehatan menyampaikan materi mengenai kesehatan lingkungan dan akses air bersih, sedangkan PERSAGI membekali peserta dengan pengetahuan tentang gizi seimbang dan pencegahan masalah gizi.
Dinas Pendidikan memberikan pembekalan mengenai pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan nonakademik anak. Sementara itu, Dinas Sosial memberikan materi mengenai dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya memperkuat pendampingan masyarakat.
Selain pembekalan materi, peserta diperkenalkan dengan modul pendampingan Serdatu yang akan menjadi panduan selama pelaksanaan pendampingan 40 hari. Peserta juga mengikuti diskusi dan tanya jawab untuk memperjelas peran serta tugas masing-masing kader.
Kegiatan diakhiri dengan post-test sebagai evaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti pembekalan, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Ketua Tim 12 Ekspedisi Patriot, Dr. Andi Agus Mumang, SKM., mengatakan workshop tersebut dirancang untuk memastikan para calon kader memiliki bekal awal sebelum terjun melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat.
“Pelopor Serdatu menjadi bagian penting dalam menghubungkan program dengan masyarakat. Karena itu, sebelum memasuki tahap pendampingan selama 40 hari, para kader perlu memiliki pemahaman dan keterampilan dasar yang sesuai dengan perannya masing-masing,” ujar Andi Agus.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan kader untuk berinteraksi, mengidentifikasi kebutuhan, dan mendorong keterlibatan masyarakat.
“Kader nantinya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga belajar bersama masyarakat dan membantu mengembangkan potensi yang sudah ada di Weri,” katanya.
Workshop ini menjadi awal dari rangkaian pendampingan Pelopor Serdatu selama 40 hari yang akan melibatkan kader kesehatan, pendidikan, dan psikososial di masyarakat Kampung Weri.