Sabtu, Desember 4, 2021
Beranda Berita BENARKAH TEORI EVOLUSI, APA SAJAKAH BUKTI DAN PETUNJUKNYA?

BENARKAH TEORI EVOLUSI, APA SAJAKAH BUKTI DAN PETUNJUKNYA?

Benarkah Teori Evolusi, Apa Sajakah Bukti Dan Petunjuknya?

OPINI Oleh: Nabilah Salsabila Adnan (Siswa SMA Negeri 5 Parepare)

Email   :nabilahsalsabilaadnan@gmail.com

Editor : Eva Irawati, S.Si, M.Si

KELASTER.COM,OPINI– Pernahkah kita berpikir, siapakah nenek moyang kita? Dari berbagai proses pengamatan, bukti yang ada, dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, akhirnya muncul suatu teori evolusi. Berdasarkan data atau petunjuk yang ada, makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) telah menghuni bumi jutaan tahun yang lalu.Jenis-jenis yang hidup pada masa lampau tersebut berbeda dengan jenis yang hidup pada masa sekarang ini.Bahkan beberapa jenis hewan dan tumbuhan purba saat ini telah punah, tinggal fosilnya saja.

Para ahli berpendapat bahwa makhluk hidup selalu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama, dalam hitungan jutaan tahun. Perubahan-perubahan itu dapat berjalan jauh menyimpang dari struktur aslinya sehingga menimbulkan spesies baru. Teori evolusi adalah salah satu toeri yang masih hangat dipertentangkan hingga saat ini. Banyak teori yang dikemukakan para ahli, tetapi tampaknya belum ada satu pun teori yang dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.

Meskipun berada dalam satu spesies, tidak ada satu individu pun di muka bumi ini yang sama persis dengan individu lain. Hal ini disebabkan karena adanya variasi. Variasi individu dalam suatu populasi umumnya terjadi pada seluruh organisme yang bereproduksi secara seksual. Adanya variasi memberikan keuntungan makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup.

Sekalipun teori evolusi menimbulkan kontroversi, tapi kita bisa melihat bukti kuat mengenai kebenaran teori evolusi ini. Misalnya, kita bisa melihat perbedaan ras yang ada pada manusia merupakan bagian dari proses adaptasi ketat yang terjadi pada homo sapiens di masa purba. Atau, kita bisa melihatnya dari kekebalan bakteri dan mikroba terhadap antibiotik tertentu yang terjadi karena proses perubahan genetik.

Banyak peneliti dan ilmuwan yang melakukan penelitian tentang makhluk hidup yang mengalami evolusi dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh, di kawasan Inggris terdapat sekawanan Ngengat atau yang memiliki nama latin Biston betularia, awalnya memiliki warna cerah dan berbintik, yang sangat berguna untuk kamuflase dari predator.Namun pasca adanya revolusi industri, 95 persen ngengat berubah warna menjadi gelap. Awalnya ngengat berwarna gelap hanya 2 persen saja.Contoh evolusi cepat lainnya adalah resistensi antibiotik pada bakteri yang sebenarnya dapat diamati oleh saintis dalam hitungan bulan saja. Evolusi ini menjadikan bakteri dapat hidup meskipun telah diberikan antibiotik yang membunuh bakteri.

Selanjutnya ada penemuan bakteri berusia lebih kurang dua miliar tahun. Salah seorang dan rekannya kemudian membandingkan fosil bakteri tersebut dengan komunitas mikroorganisme pemakan sulfur di lepas pantai Cili pada tahun 2007. Mereka tidak menemukan perbedaan antara fosil dan bakteri yang masih hidup kini. Dalam publikasi risetnya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Ia menyimpulkan bahwa penemuan bakteri berusia dua miliar tahun ini dinilai jadi bukti yang mendukung kebenaran teori Darwin. Hal ini berdasarkan tak adanya perubahan pada bakteri itu menunjukkan absennya perubahan pada lingkungan hidupnya. Darwin dalam bukunya, The Origin of Species menguraikan bahwa perubahan lingkungan akan memicu seleksi alam dan evolusi. Kenyataan bahwa dengan tak adanya perubahan lingkungan disertai dengan tak adanya evolusi juga mendukung teori Darwin. Nah, dapat disimpulkan juga bahwa ini merupakan salah satu bukti dari evolusi.

Petunjuk evolusi juga ditemukan dari pengaruh penyebaran geografis. Pada kasus ini penyebaran geografis menghasilkan spesies baru yang tidak dapat melakukan interhibridisasi dengan nenek moyang organisme tersebut. Contoh dari pernyataan ini ialah burung Finch yang ditemukan di Kepulauan Galapagos ternyata mengalami perkembangan dan menghasilkan variasi burung Finch yang baru.

Ada banyak alasan yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa evolusi memang terjadi. Bukti-bukti evolusi yang dikemukakan pada tulisan ini hanya beberapa contoh yang mungkin akan mudah dimengerti.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Postingan Populer

Bappeda Terus Dukung Program Pengembangan Kota Hijau Parepare

PAREPARE -- Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Pohon Nasional di Kota Parepare, Rabu, 1 Desember 2021, diperingati secara kolaboratif oleh Pemkot Parepare...

Wisata Permandian Bacukiki Ditutup Usai Telan Tiga Korban

KELASTER.COM, PAREPARE -- Wisata permandian Embung Marilaleng dan sungai Bilalang'e Ditutup. Langkah ini diambil Pemerintah Kota Parepare Kecamatan Bacukiki, pasca kedua wisata permandian ini...

22 Calon Dewan Pendidikan Kota Parepare Jalani Seleksi Uji Kepatutan

KELASTER.COM, PAREPARE -- Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, 22 peserta calon pengurus Dewan Pendidikan Kota Parepare periode 2021-2025, mengikuti tahap uji kepatutan dan kelayakan,...

Aksi Peduli Lingkungan, FKH Parepare Tanam Ratusan Pohon di Kawasan Padat Penduduk

KELASTER.COM, PAREPARE -- Ratusan pohon pucuk merah akan menghiasi sekaligus meneduhkan kawasan padat penduduk di Kota Parepare. Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Parepare bersa pemerintah...

IKAFE SIAP SUKSESKAN MUBES IKA UNHAS

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Ikafe) Unhas, menyatakan kesiapan untuk menyukseskan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Unhas yang akan diadakan dalam waktu dekat. "Sebagai pemegang...

List Komentar