PANGKEP — Sebanyak 1.558,98 ton bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 mulai disalurkan kepada 51.966 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Penyaluran sekaligus peluncuran bantuan pangan dari Perum Bulog bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep tersebut dilakukan oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau di depan Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Senin (7/9/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pangkep, Andi Sadda, menjelaskan, total bantuan beras yang disiapkan mencapai 1.558,98 ton untuk 51.966 penerima selama tiga bulan.
Dengan demikian, setiap KPM akan menerima total 30 kilogram beras atau 10 kilogram setiap bulan selama periode penyaluran.
Menurut Andi Sadda, jumlah penerima bantuan kali ini mengalami peningkatan sekitar 6.000 KPM dibandingkan penyaluran sebelumnya. Tambahan penerima tersebut berasal dari kelompok desil satu hingga desil empat.
“Kalau kita lihat penerima sebelumnya, ada tambahan penerima manfaat ini kurang lebih 6.000 tambahan yang masuk dari desil 1 sampai desil 4,” ujar Andi Sadda.
Untuk tahap awal, Pemkab Pangkep memprioritaskan penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan. Sekitar 30 ton beras mulai didistribusikan melalui Pelabuhan Maccini Baji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah kepulauan.
Selanjutnya, penyaluran akan dilakukan secara bertahap ke sejumlah titik distribusi di masing-masing wilayah, termasuk melalui kantor desa.
“Hari ini kita luncurkan, prioritaskan dulu di pulau. Mulai hari ini kita distribusikan di Pelabuhan Maccini Baji kurang lebih 30 ton untuk semua wilayah kepulauan. Nanti setiap hari mendrop di setiap titik wilayah masing-masing di kantor desa,” lanjutnya.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus turut menjaga kestabilan harga beras di pasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat penerima untuk segera melaporkan apabila menerima bantuan beras dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan masing-masing agar Pemkab Pangkep bersama Bulog dapat segera menindaklanjuti dan mengganti bantuan yang mengalami kerusakan atau cacat.
“Kepada seluruh masyarakat penerima, jika ada bantuan beras yang mungkin tidak layak, silakan dilaporkan di desa dan kelurahannya masing-masing agar kami pemerintah bersama Bulog dapat segera mengganti bantuan yang mungkin cacat,” kata Yusran.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Musdalifah Nur, memastikan Bulog siap mengganti bantuan beras apabila ditemukan kerusakan berdasarkan laporan dari tim penyaluran di Kabupaten Pangkep.
Bulog juga mengingatkan masyarakat penerima agar tidak memperjualbelikan bantuan pangan yang telah diterima.
“Untuk alokasi ini kita sudah salurkan 30 kilo per penerima. Semoga itu bisa bermanfaat dan menurunkan harga beras medium di masyarakat. Pesan kami dari Bulog untuk tidak diperjualbelikan,” pungkasnya