Fakfak Timur, Minggu, 25 Oktober 2026 — Tim 10 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin melaksanakan dua kegiatan pelatihan, yakni Sekolah Lapang Bisnis Pala dan Klinik Kelembagaan Ekonomi M4P Paket 1, bertempat di Aula Koramil Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Kampung Weri dan Saharey.
Kedua kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan komoditas pala sebagai sumber penghidupan dan penggerak ekonomi lokal, sekaligus membangun kelembagaan ekonomi yang mampu mendukung produksi, pengolahan, pemasaran, dan kerja sama usaha secara berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey.
1. Pelatihan Sekolah Lapang Bisnis Pala
Pelatihan Sekolah Lapang Bisnis Pala menghadirkan tiga narasumber, yaitu Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T. selaku Kepala Dinas Perkebunan, Gani Samai, S.E. selaku Kepala Distrik Fakfak Timur, serta Dr. Ir. Daryatmo, S.Pt., M.P., IPM sebagai narasumber dari luar Papua.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melihat pala tidak hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Materi pelatihan diarahkan pada pengembangan bisnis pala, peningkatan nilai tambah, peluang pemasaran, serta pentingnya perencanaan usaha yang berorientasi pada kebutuhan pasar.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi usaha pala, memahami dasar-dasar pengembangan bisnis, dan merumuskan langkah untuk meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan komoditas yang lebih produktif dan berorientasi pasar.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai peluang bisnis pala, tumbuhnya kesadaran untuk mengembangkan usaha secara terencana, serta munculnya gagasan pengembangan usaha yang dapat ditindaklanjuti oleh petani dan kelompok usaha setempat.
2. Pelatihan Klinik Kelembagaan Ekonomi M4P Paket 1
Pelatihan Klinik Kelembagaan Ekonomi M4P Paket 1 menghadirkan Mohjak Rengen, S.Sos., M.Adm. selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak serta Ir. Andi Sakri Hamid sebagai narasumber dari luar Papua.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat agar mampu menjalankan kegiatan usaha secara lebih terorganisasi, transparan, dan berkelanjutan. Penguatan kelembagaan menjadi penting untuk membangun kerja sama antara petani, kelompok usaha, pelaku pengolahan, pedagang, dan pihak lain yang terlibat dalam rantai nilai pala.
Melalui pendekatan Making Markets Work for the Poor (M4P), peserta didorong untuk memahami bahwa pengembangan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga memerlukan perbaikan hubungan pasar, akses informasi, pola kemitraan, serta pembagian peran antar pelaku ekonomi.
Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai fungsi dan peran kelembagaan ekonomi, teridentifikasinya kebutuhan penguatan organisasi usaha, serta terbukanya peluang membangun kemitraan yang lebih efektif dalam pemasaran hasil pala. Dalam jangka panjang, penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar petani dan memperluas akses masyarakat terhadap pasar.

Sinergi untuk Penguatan Ekonomi Weri–Saharey
Kedua kegiatan ini saling melengkapi. Sekolah Lapang Bisnis Pala berfokus pada penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan potensi komoditas, sedangkan Klinik Kelembagaan Ekonomi M4P Paket 1 menitikberatkan pada penguatan organisasi dan sistem kerja sama ekonomi yang mendukung keberlangsungan usaha.
Melalui pelatihan yang melibatkan 30 peserta dari Kampung Weri dan Saharey, Tim 10 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin mendorong pengembangan ekonomi masyarakat yang tidak hanya bertumpu pada hasil produksi, tetapi juga pada kemampuan mengelola usaha, memperkuat kelembagaan, dan mengakses pasar secara lebih efektif.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong terbentuknya ekosistem usaha pala yang lebih produktif, terorganisasi, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pala, memperkuat posisi tawar petani, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey. (rilis/*/dry/ilo)