Banjir Rob Disertai Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Parepare

0
1008

KELASTER.COM, PAREPARE — Curah hujan meningkat di atas normal yang menerjang Kota Parepare menyebabkan banyak kerusakan. Terhitung mulai minggu malam hingga saat ini, Senin 6 Desember 2021 sudah ada sebanyak 20 rumah, dan satu mesjid yang atapnya rusak akibat cuaca ekstrem.

Banjir Rob menjadi yang pertama datang. Menghempaskan sampah laut ke pinggir tanggul dan membanjiri rumah warga. Seperti yang terlihat di sosial media, sungai salo Karajae juga kembali meluap dan memutus akses jalan sekitar wattang bacukiki. Daerah tegal, lappadde dan Lumpue juga menjadi sasaran banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.

Setelah banjir rob terjadi, hujan deras juga menyebabkan longsor di empat titik yakni di Jalan kesuma timur kelurahan kampung baru, Jalan Andi Dewang Kelurahan Sumpang minangae, fasum di Kelurahan Cappa Galung, dan jalan Masjid Jabal Nur di kelurahan Tiro sompe.

Kepala BPBD Parepare, Rusli mengatakan, data sementara selain itu juga ada angin kencang dan pohon tumbang. Pohon tumbang diketahui terjadi di Jl. Phinisi Cappa galung dan Jl Mata Alie Lumpue. Sedangkan angin kencang terjadi di empat titik, yakni di jl Langsat Kampung Baru, Jl Jenderal Ahmat Yani, jl Singa, dn kelurahan bukit indah.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun dari data yang kami himpun ada belasan orang yang mengalami dampak bencana longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” kata Rusli.

Koordinator Tim Kedaruratan BPBD Parepare, Erick mengatakan pihaknya bersama Tim Sar Gabungan, Sar Brimob Basarnas, Damkar, Satpol PP, Dinsos dan Tagana, sejak tadi telah melakukan patroli di daerah pesisir dari tanggul mattiotasi hingga cempae.

“Di tanggul cempae kami mengevakuasi perahu nelayan yang rusak, perahunya ditarik hingga ke daratan,” kata Erick.

Pukul 16.00 WITA, pihaknya kembali mendapat laporan bahwa terjadi angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan sebanyak 20 rumah dan satu masjid di Kecamatan Soreang.

“Kami tadi membawakan bantuan terpal dan hasil pendataan asessment 20 rumah mengalami kerusakan. Untuk genangan air sampai saat ini kami masih melakukan koordinasi camat dan lurah,” ucapnya.

Erick mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena berdasarkan perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG cuaca ekstrem masih terus berlangsung hingga tanggal 7 Desember mendatang.

“Tetap waspada terutama masyarakat yang tinggal dipesisir pantai, dan nelayan agar tak turun melaut dulu,” pintanya

“Jika ada yang membutuhkan bantuan BPBD, masyarakat bisa langsung menghubungi call center 122 atau datang langsung ke posko Tim gabungan,”tutupnya. (dil/*)

About The Author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here