Senin, Oktober 18, 2021
Beranda Berita Merantau ke Makassar, Tunanetra ini ingin jadi Dosen

Merantau ke Makassar, Tunanetra ini ingin jadi Dosen

KELASTER.COM – Pandem Covid-19 juga berimbas pada sektor pendidikan. Data Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia, pada 2020 lalu, ada 50-56 persen sekolah mengalami kesulitan finansial, terutama sekolah swasta. Ini akibat banyak orang tua atau wali siswa meminta keringanan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Permintaan keringanan pembayaran SPP menandakan ekonomi orang tua atau wali tidak baik-baik saja. Siswa juga kesulitan mengikuti pendidikan berbasis daring karena membutuhkan biaya tambahan. Sehingga, upaya konkret untuk membantu para guru dan siswa amat dibutuhkan.

Upaya ini lah yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) tempuh dengan menggulirkan Program Bea Pendidikan Indonesia (BPI).

Salah satu yang merasakan manfaat dari program ini adalah adik Muhammad Imanuddin Kamil (21 tahun) asal Masamba, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan. Walaupun kedua matanya sudah tak dapat melihat, ia masih tetap semangat untuk terus belajar.

Untuk melanjutkan pendidikannya, ia merantau ke Makassar yang jaraknya 12 jam dari tempat tinggalnya Masamba. Setiba di Makassar, Imanuddin diasramakan di YAPTI Makassar (Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia) lalu melanjutkan pendidikan di STIBA Makassar (Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab). Kedua orang tua adik imanuddin masih hidup dan berprofesi sebagai Petani di Masamba.

Dengan Bantuan Bea Pendidikan sebesar Rp. 5 Juta amanah dari sahabat dermawan yang diberikan kepada adik Imanuddin ini diharapkan dapat menunjang pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sahabat dermawan yang telah peduli kepada anak-anak tunanetra sepertinya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh para dermawan atas bantuan yang diberikan terkhusus kepada tunanetra seperti saya. Semoga bantuan seperti ini tak hanya berhenti sampai di saya saja melainkan juga kepada anak-anak membutuhkan yang lainnya, sekali lagi terima kasih atas bantuannya.” Ucapnya.

Saat ditanyai tentang cita-citanya oleh tim ACT di sela-sela penyerahan bantuan, Imanuddin mengatakan “Saya bercita-cita menjadi dosen, InsyaaAllah kalo kita terus berusaha tak ada yang mustahil” ujar Imanuddin. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Postingan Populer

Mahasiswa Prodi Psikologi Unhas Raih Best Paper di Temu Ilmiah Nasional

Mahasiswa Progran Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin berhasil meraih prestasi membanggakan. Lidya Fitri Ramadhani B, mahasiswa angkatan 2016 meraih Best Paper dalam Temu...

Legislator Nasdem Asmawati: Warga Boleh Tolak Pembangunan Menara Telekomunikasi Dekat Permukiman

KELASTER.COM, PAREPARE -- Penolakan pembangunan menara telekomunikasi karena berdampak bisa dilakukan oleh warga. Hal itu tertuang dalam Peraturan Perundang-undangan (Perda) Nomor 2 Tahun 2015,...

Bidang Kemahasiswaan Unhas Laksanakan Evaluasi Kegiatan Kemahasiswaan dan Alumni

Kelaster-Makassar, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin laksanakan evaluasi kegiatan kemahasiswaan dan Alumni, sabtu (2/10/2021) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin melaksanakan Evaluasi kegiatan kemahasiswaan...

Parepare Raih Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Kategori Utama

KELASTER.COM, PAREPARE -- Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe resmi menerima piala penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Utama, pada Senin 27 September...

Kepala Bappeda Sampaikan Pesan Walikota Parepare Lewat Zikir dan Tausiyah

KELASTER.COM, PAREPARE -- Pemerintah Kota Parepare tetap mengintensifkan kegiatan religius di masa pandemi Covid-19. Melalui kegiatan Zikir dan Tausiyah di masjid-masjid setiap Kamis malam,...

List Komentar